SAMPANG, Beritamadura.com – Pengerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) berupa pembangunan saluran di Desa Jrengik Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang diduga dikerjakan asal jadi. Sebab proyek saluran dengan pagu anggaran Rp195 Juta sudah banyak yang retak dan rusak, padahal baru selesai dibangun.

Pantauan wartawan incaran.com di lokasi pengerjaan proyek di Dusun Jrengik Desa Jrengik Sampang, ditemukan sejumlah kejanggalan pada proyek itu seperti adanya retakan pada bangunan, bawahan saluran tidak diplester dan kualitas yang ditengarai tidak sesuai RAB serta berbagai kejanggalan lainnya. Kuat dugaan proyek dari pusat itu hanya asal dikerjakan yang penting jadi.

Salah seorang warga dari Kecamatan Jrengik Sampang Ahmad (38) mengatakan, keberadaan proyek saluran yang dilaksanakan oleh Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) itu diduga hanya asal jadi, pasalnya kualitas proyek jelek, baru selesai dikerjakan sudah banyak retakan dan kejanggalan lainnya.

Kata dia, dari sisi penempatan saja, proyek saluran itu dinilai sudah kurang tepat, karena tidak adanya sumber mata air yang bisa dialirkan. Sehingga proyek itu kurang tepat sasaran dan tidak bermanfaat, hanya akan menjadi munomen dan hasilnya jelak.

“Proyek saluran ini anggarannya besar, tapi baru selesai dikerjakan sudah banyak yang rusak, banyak retakan dan dibagian bawahnya tidak diplester. Kami curiga proyek ini asal dikerjakan saja,” ujar Ahmad.

Lanjut Dia, Pembangunan saluran yang menelan uang negara ratusan juta itu, perlu dilakukan audit, karena kuat dugaan proyek itu tidak dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada. Sebab baru selesai dibangun sudah banyak retakan dan kerusakan serta berbagai kejanggalan lainnya.

“Kami minta Pemerintah dan pihak terkait agar turun langsung ke lokasi, biar tahu kondisi yang sesungguhnya di bawah,” pintanya.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa (Pj) Kades Jrengik Kecamatan Jrengik Sampang Wono belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut ikhwal buruknya kualitas proyek Hippa di desanya tersebut. Saat dihubungi melalui kontak pribadinya, Dia beralasan masih ada kegiatan. “Maaf masih ada giat, nanti iya,” singkatnya.