Beritamadura.com, Sampang – Ribuan massa yang mengatasnamakan Forum Aktivis Madura (FAM) bersama Aliansi Masyarakat Desa Bersatu menggelar unjuk rasa (Unras) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Selasa (28/10/2025).
Massa menuntut pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Sampang digelar pada tahun 2026. Namun, terpantau Unras tersebut ricuh dan mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum (Fasum) Alun-Alun Trunojoyo Sampang, dan pintu gerbang utara kantor DPRD Sampang.
Untuk membubarkan massa aksi saat bentrok dengan aparat, polisi memukul mundur massa dengan gas air mata. Sebab, massa melakukan perlawanan dengan melemparkan botol Air Mineral, Batu dan kayu kepada polisi. Akibat unjuk rasa yang anarkis ada 3 peserta aksi 5 anggota polisi luka-luka.
Di tengah memanasnya situasi, Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfud menemui massa aksi dan menyampaikan, kehadiran aktivis tersebut adalah wujud kecintaan dan kepeduliannya terhadap Kabupaten Sampang.
“Aspirasi yang diberikan masyarakat akan kami perjuangkan dan carikan solusi terbaik. Kritik dan aspirasi adalah bentuk evaluasi bagi kami,” tuturnya.
Sementara, Korlap Aksi Unras, Ach Maushul mengatakan, dalam unjuk rasa ke DPRD itu ada tiga tuntutan yang dibawa. Tuntutan itu sudah didiskusikan bersama peserta aksi yang lain.
“Tiga tuntutan itu, pertama, pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran, kedua Pilkades digelar di tahun 2026, ketiga, mengembalikan tugas perangkat dan BPD yang diberhentikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan