SAMPANG || BERITAMADURA – Puluhan mahasiswa yang tergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa Sampang (BEMSA) melakukan aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Kamis (30/1/2025).

Pantauan dilapangan, demo tersebut membawa isu terkait harga pupuk subsidi yang dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Aksi ricuh bahkan massa dan polisi saling dorong, akibatnya ada peserta aksi dipiting polisi karena dinilai menjadi provokator.

Rofi, salah satu peserta aksi yang dipiting Polisi mengatakan, ada dua sampai tiga peserta aksi dipiting, namun mereka semua sudah dilepas, artinya tidak ditahan. Adapun permasalahannya Rofi mengaku tidak tahu.

“Kita demo kesini atas keluhan petani terkait harga Pupuk Subsidi, karena harganya cukup mahal. Tapi kita tidak ditemui oleh ketua DPRD, sehingga kita mau masuk dihadang oleh polisi, nah disitulah ada kericuhan,” tuturnya.

Dikatakan, dari kericuhan itu ada dua sampai tiga peserta aksi dipiting, bahkan ada tindakan kekerasan dari polisi yang menggunakan lutut, selain itu ancaman akan dihabisi jika tidak diam.

“Saya dipiting sampai ke halaman gedung DPRD, disitu juga ada tindakan kekerasan sampai kaos saya robek, dan juga diancam akan dihabisi jika tidak diam,” imbuhnya.

Karena mendapatkan ancaman dan kekerasan, Rofi mengaku akan melakukan visum, dan hasilnya nanti akan kembali dirembuk dengan anggota.

“Untuk tindakan lebih lanjut, kita tunggu kesepakatan semua peserta. Cuma kami sangat menyayangkan tindakan itu,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, peserta demontrasi membubarkan diri setelah ditemui oleh Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan.