SAMPANG || BERITAMADURA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sampang gelar audiensi ke Polres Sampang, mendesak polisi untuk mengusut mafia penyelundupan pupuk bersubsidi 9,6 ton yang berhasil dibekuk oleh Satreskrim Polres setempat di Karangpenang pada tanggal 3 April 2025 lalu.

Ketua Aliansi BEM Sampang, Alaika Sya’dul Iroqi mengatakan, Polres Sampang harus mengusut tuntas semua pelaku dan pihak yang terlibat di penyelundupan pupuk bersubsidi sebanyak 9,6 ton di wilayah hukum Karang Penang.

“Kami minta Polres Sampang dalami otak dibalik penyelundupan itu, karena sangat miris ketika ini dibiarkan dan kasihan masyarakat petani jika ini terus terjadi,” katanya, Selasa (29/4/2025).

Sekretaris Aliansi BEM Sampang, Hamdani menambahkan bahwa, beberapa waktu lalu Kapolres Sampang AKBP Hartono mengaku mendapatkan telfon dari pihak – pihak yang tidak diketahui identitasya untuk menutup kasus penyelundupan pupuk subsidi 9,6 ton tersebut, tapi polisi tidak mau.

“Tadi diforum Kapolres menjelaskan kalau dia sempat di telfon oleh pihak yang tidak diketahui untuk menutup kasus penyelundupan pupuk subsidi 9,6 ton itu, tapi dia tidak mau,” katanya.

Sementara, Kapolres Sampang AKPB Hartono, mengaku saat ini proses pendalamannya sudah masuk tahap penyelidikan, dan sudah dilakukan pemanggilan ke 2 kalinya, jika tetap tidak hadir maka pemanggilan ke 3 kalinya akan dijemput secara paksa.

“Pemanggilan pertama tidak hadir, dan saat ini pemanggilan ke 2, jika yang ke 2 ini tidak hadir maka pemanggilan ke 3 akan kami jemput secara paksa, kami tidak akan main – main atas kasus ini,” tegasnya.

Perlu diketahui, audiensi BEM SA ke Polres Sampang itu membawa 4 poin tuntutan, dan mengecam polisi jika tidak diindahkan dalam kurun waktu 7 × 24 jam akan menggelar aksi demo.