SAMPANG || BERITAMADURA – Pengisian kepala sekolah definitif tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terganjal Bupati definitif.

Kepala Disdik Sampang, M. Fadeli melalui Kabid SMP Ach. Tohairuddin menyampaikan, kepala SMP Negeri yang diisi Pelaksana tugas (Plt) ada 8 sekolah. Jumlah tersebut diketahui sejak tahun 2024 kemarin.

“Kepala SMP Negeri yang masih Plt ada 8. Kita biarkan karena belum ada bupati definitif untuk mengisi kekosongan itu,” tuturnya.

Menurutnya, SMP di Sampang semuanya ada 323 sekolah. Rinciannya, 53 SMP Negeri dan 270 SMP Swasta. Ratusan SMP itu terdata sebagai penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Adapun dana BOS SMP di Sampang sebesar Rp 35 Miliar. Dana tersebut dicairkan empat tahap ke sekolah. Teknis pencairannya, pihak sekolah membuat Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS), kemudian melakukan pengajuan SPj, setelah itu BOS bisa dicairkan.

“Pencairan BOS ke sekolah per triwulan. Jadi dalam setahun dicairkan 4 tahap. Nominal per sekolah tidak sama, karena acuannya jumlah siswa,” pungkasnya.