JAKARTA, Beritamadura.com – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap ratusan perwira di lingkungan Polri. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Dalam mutasi terbaru itu, sebanyak 108 personel Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) mengalami pergeseran jabatan. Pergantian meliputi promosi, pergeseran jabatan setara, penugasan baru usai pendidikan, hingga personel yang memasuki masa purnatugas.
Dari total tersebut, mayoritas merupakan promosi dan rotasi jabatan strategis baik di tingkat Mabes Polri maupun jajaran kewilayahan.
Salah satu posisi penting yang berganti yakni jabatan Kalemdiklat Polri yang kini dipercayakan kepada Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si.
Selain itu, sembilan kursi Kapolda turut mengalami pergantian. Di antaranya Kapolda Sumatera Barat dijabat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., hingga Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H.
Mutasi juga menyasar sejumlah jabatan Kapolres dan Kapolresta di wilayah strategis. Jabatan Kapolres Metro Depok kini diemban Kombes Pol Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H., sementara Kapolresta Pangkal Pinang dipercayakan kepada Kombes Pol Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M.
Dalam daftar mutasi itu, Polri juga memberikan promosi kepangkatan kepada puluhan personel. Tercatat 16 personel naik ke pangkat Irjen Pol, kemudian 43 personel promosi Brigjen Pol, serta 16 personel mendapat promosi jabatan Kombes Pol.
Satu perwira polisi wanita juga mendapat promosi jabatan strategis, yakni Brigjen Pol Dra. A.A. Sagung Dian Kartini, M.Si. yang dipercaya mengemban amanah sebagai Karolemtala Stamarena Polri.
Selain promosi, terdapat pula tiga personel yang kembali usai menyelesaikan pendidikan kedinasan serta 14 personel memasuki masa pensiun.
Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi di tubuh Polri merupakan bagian dari pembinaan organisasi sekaligus pengembangan karier personel.
Menurutnya, pergantian jabatan dibutuhkan untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap berjalan efektif dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.
“Rotasi jabatan adalah proses yang biasa dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran serta pembinaan karier personel,” ujar Johnny dalam keterangannya.
Ia menegaskan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui regenerasi kepemimpinan di berbagai lini.
“Polri akan terus melakukan penguatan organisasi agar semakin profesional, adaptif, dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan