SAMPANG, Beritamadura.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten. Kegiatan digelar di sekolah MAN Sampang mulai dari tanggal 1-3 Juli 2024.

Ketua Komite Kompetisi Sain Madrasah (KSM) Kemenag Sampang, Mohammad Iksan mengatakan, kegiatan ini diadakan setiap tahun. Dan jenjang sekolah yang dilibatkan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA).

“KSM ini kita yakini sebagai indikator kemajuan Pendidikan di Madrasah di hari ini dan masa yang akan datang, makanya KSM diadakan setiap tahun dengan segala dinamika,” katanya. Selasa (2/7/2024).

Ditambahkan, kemajuan pendidikan di Madrasah merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian diharapkan lahirnya generasi bangsa yang cerdas, hebat dan berakhlak. Mewujudkan harapan itu diperlukan kebersamaan dan peran semua elemen, baik guru, pengawas dan elemen lainnya secara berkelanjutan.

“Oleh sebab itu KSM merupakan ajang yang sangat efektif membangun mental para peserta untuk menjadi juara. Mental juara  harus dibangun sejak dini, dalam rangka melalui kompetisi dan ber bagai disiplin pelajaran,” imbuh pengawas MI Kecamatan Kedungdung tersebut.

Sementara Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sampang, Wahyu Hidayat mengucapkan terimakasih kepada seluruh Komite Kompetisi Sain Madrasah (KSM) Kabupaten Sampang. Juga kepada kepala madrasah, guru pembimbing, peserta didik yang mengikuti KSM.

Selain terimakasih, juga ia berharap adanya pelaksanaan KSM tingkat Kabupaten ini bisa meningkatkan pengetahuan dan menambah pengalaman bagi peserta didik Madrasah, mulai dari MI, Mts dan MA.

“Semua itu tujuannya supaya anak didik bisa memilik daya saing dan kemudian bisa mengantarkan menjadi generasi emas,” tambahnya.

Kata dia, anak didik dan pendidik harus tetap semangat, apapun hasilnya kita mengapresiasi dan patut berbangga diri kepada seluruh peserta dengan harapan bisa melanjutkan perjuangannya ke tingkat provinsi sampai dengan tingkat nasional, sehingga bisa membawa nama baik madrasah, orang tua dan Kabupaten Sampang pada umumnya.

“Selain meningkatkan kompetensi juga untuk melatih peserta didik dengan program transformasi digital, karena ujian ini berbasis online,” pungkasnya.