SUMENEP || BERITA MADURA – Billiards Millenial Break Short (MBS) dan Cafe yang terletak di Jl. Panglima Sudirman, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, resmi dibuka pada Senin (24/2/2025) siang kemarin.
Billiard & Cafe tersebut merupakan tempat terbesar di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Dengan tersedia fasilitas 30 meja berstandart internasional dan ruang VIP.
Owner MBS Billiard & Cafe Sumenep, Ali Zainal Abidin mengatakan, MBS Billiard siap menjadi wadah bagi calon atlet billiard. Selain itu akan menfasilitasi setiap kebutuhannya hingga nanti mampu bersaing di kancah nasional.
”Ada kelas khusus untuk mencetak atlet bagi yang pemula, mau daftar kelas disini kami persilahkan, segala kebutuhan kami siapkan. Karena salah satu visi kami ada sebagai wadah atau sarana untuk calon atlet billiard,” tuturnya.
Ali Zainal Abidin berjanji, bahwa dalam rangka merangsang masyarakat agar juga tertarik dalam olahraga Billiar, ia akan mendatangkan Efren Manalang Reyes salah satu pemain Billiar dengan julukan “Si Penyihir”, pemain profesional philipina, yang secara luas dianggap sebagai pemain billiar terhebat sepanjang masa.
”Nanti saya akan datangkan Efren reyes, saya lagi menjalin komunikasi sama managemen Efren reyes biar juga bisa tampil di kota Sumenep, untuk merangsang warga Sumenep agar ada keinginan untuk ikut main billiard,” tambahnya.
Selain itu, ia punya komitmen akan menunjukan kepada masyarakat yang selama ini menilai biliar lebih condong pada hal-hal negatif. Sehingga ia memastikan kepada managemennya agar tidak menyediakan miras ataupun perjudian.
”Saya disini sama managemen bisa dikatakan masih baru, tetapi saya pastikan managemen saya bisa merangkul rumah – rumah billiar disini”, tuturnya.
“Dan saya bersama managemen berkometmen untuk tidak ada perjudian dan minuman keras, kita buktikan kepada masyarakat bahwasanya biliar benar – benar sebagai olahraga dan bermanfaat”. tambah Ali Zainal.
Ia menyampaikan kepada seluruh pecinta biliar di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep bahwa pendapatan dari usahanya yang masih baru ini akan menghibahkan 10% persen kepada masyarakat kurang mampu.
“Setiap usaha yang saya bangun, harus bermanfaat untuk orang lain, karena usaha yang saya miliki hanya titipan, maka dari itu 10 persen dari pendapatan tetap saya bagikan kepada warga kurang mampu”. tutupnya

Tinggalkan Balasan