BANGKALAN || BERITAMADURA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meresmikan Gedung Said Abdullah Sport (SAS) Center di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Sabtu (22/11).

Dalam kesempatan ini, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu menyampaikan seruan penting agar madura dibangun dengan kolaborasi, bukan kompetisi sesama anak daerah.

Said menegaskan bahwa berbagai langkah yang ia lakukan termasuk pembangunan fasilitas olahraga di UTM dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya murni ditujukan untuk memajukan masyarakat Madura.

“Percayalah, kami bangga sebagai orang Madura. Kami datang, meluangkan waktu, memberikan pendampingan sekecil apa pun untuk daerah ini,” ujar dia

Selain itu Ia juga menekankan bahwa persaudaraan orang Madura tidak boleh retak hanya karena perbedaan warna politik. Menurutnya, jika para anggota DPR dari daerah pemilihan Madura bersatu menggerakkan program pemberdayaan desa, dampaknya akan jauh lebih besar.

“Kalau setiap anggota DPR membawa reses 700 juta, dan delapan orang datang bersama turun ke desa, itu luar biasa. Kenapa harus datang sendiri-sendiri hanya demi kepentingan elektoral? Cukup. Pemilu masih 2029, sekarang waktunya kolaborasi dulu,” tegasnya.

Pada acara itu Said juga memberikan apresiasi kepada para atlet muda Madura. Menurutnya, yang terpenting bukan nominal hadiah atau penghargaan, tetapi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi.

“Apresiasi itu bukan soal besarannya. Yang penting anak-anak berprestasi merasa dihargai. Dari situ mereka terpacu melakukan sesuatu yang lebih besar,” katanya.

Said berharap penghargaan tersebut dapat memicu generasi muda Madura, terutama Gen Z, untuk berlomba-lomba menoreh prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.

Ia juga menyinggung, sikapnya yang dulu menolak keberadaan BPWS karena ingin Madura memiliki Zona Ekonomi Khusus (KEK) yang lebih strategis.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjuangan untuk menghadirkan pembangunan nyata bagi Madura terus berjalan, termasuk upaya menghidupkan kembali jalur kereta api Madura, meski terkendala perubahan kekuasaan di tingkat pusat.

“Berilah kami waktu untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat. Apa pun yang kami lakukan bukan untuk mencari pujian, tapi untuk memastikan Madura maju,” tegasnya.