SAMPANG, Beritamadura.com – Bocah berusia 4 tahun asal Kabupaten Pamekasan tenggelam di kolam renang Sampang Waterpark (SWP) yang ada di jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang,

Insiden tenggelamnya bocah inisia RS hingga meninggal dunia pada Jumat (30/6) itu diduga karena tidak terpantau petugas setempat. Hal itu dibuktikan dengan hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) area sekitar.

“Dalam insiden kami temukan fakta baru yang terekam CCTV, dan insiden itu memang karena tidak terpantaunya petugas lifeguard. ,” ujar Achmad Bahri kuasa hukum keluarga korban saat mendatangi SWP bersama ayah korban

Bahri mangatakan, rekaman CCTV menunjukkan korban itu tenggelam di kolam khusus dewasa, dalam video terpantau bahwa tidak ada petugas di lokasi. Kolam renang anak-anak dan kolam orang dewasa berdekatan, dan tidak ada pagar pembatas.

“Korban awalnya ada di kolam anak-anak kemudian pindah ke kolam dewasa, saat pindah ke kolam dewasa memang tidak ada petugas di sana. Jadi korban itu tenggelam di kolam renang dewasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut kata dia, berdasarkan hasil rekaman CCTV pada menit 49 korban berpindah tempat dari kolam renang anak-anak ke dewasa, dan di menit 54 korban ditemukan di kolam renang dewasa. Karena korban diketahui tidak ada disekitar kolam renang anak-anak oleh keluarga, maka ia mencarinya dan korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar diri di kolam dewasa.

“Usai mengetahui fakta baru ini pihak keluarga menunggu hasil penyelidikan dari Kepolisan, sembari akan melaporkan peristiwa itu secara tertulis,” timpalnya.

Sementara onwer Sampang Waterpark (SWP) Mohammad Toha dengan tegas mengaku tidak menutup-nutupi peristiwa maut tersebut pada keluarga korban.

“Saya pribadi beserta manjemen bersumpah demi tuhan dan rasul tidak ada sesuatu yang dirahasiakan tentang peristiwa yang menyebabkan kematian,” pungkasnya.