SAMPAMG, Beritamadura.com – Misbehah (19) tahun warga asal Desa Pandiyengan, Dusun Bancelot, Kecamataan Robatal, Kabupaten Sampang, Jawa Timur tewas akibat bunuh diri, Minggu (30/7/2023).

Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Sujianto, mengatakan, dirinya mendapatkan laporan dari Polsek Robatal, bahwa ada peristiwa seorang perempuan muda usia 19 tahun diduga gantung diri di dalam dapur rumahnya. Peristiwa tersebut diduga karena depresi setelah mendengar kabar suaminya menikah lagi perantauan Malaysia.

“Iya benar adanya peristiwa itu, dan kami sudah menerima laporan dari Polsek Robatal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sujianto menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada hari Minggu kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Cerita awal, Misbehah yakni korban menyuruh mertuanya Salami (50) guna untuk membeli es campur sekira pukul 11.45 WIB.

Salami berhasil kembali ke rumah pukul 12.09 WIB, setiba dirumah Salami menemukan korban dalam keadaan menggantung di dalam dapur. Dengan spontan Salami berteriak minta tolong ke para tetangga.

“Mendengar ada yang minta tolong tetangga berdatangan ke rumah duka, dan korban langsung diturunkan dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” imbuhnya.

“Di TKP kami temukan tali tampar warna biru yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya,” timpalnya.

Sementara Penjabat (Pj) Kades Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Asmad Syahwali, mengatakan, tewasnya Misbehah itu diduga akibat depresi setelah mendengar kabar suaminya menikah lagi di Malaysia.

“Sangat prihatin atas peristiwa itu, apalagi anak M saat ini masih berumur 12 bulan, kecil sekali, kasihan sudah ditinggal ibunya,” singkatnya.