SAMPANG || BERITAMADURA – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan jenis sapi kembali melanda di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Meski demikian, penanganan virus belum maksimal, sebab tidak ada anggaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan-KP) Sampang, Suyono mengatakan, penanganan wabah PMK sementara ini tidak maksimal, sebab tidak ada anggaran. Untuk penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak bisa.

Pasalnya, untuk menggunakan dana BTT harus ada keputusan status darurat wabah PMK dari kementetian. Selama tidak ada status itu dana BTT tidak bisa digunakan.

“Penanganan PMK dilakukan secara dor tudor. Dan itu dilakukan apabila ada laporan sapi terjangkit virus. Untuk mengantisipasi sebaran virus kita lakukan penyemprotan desinfektan ke pasar hewan di Sampang,” tuturnya.

Selain itu, Dispertan-KP sudah mengumpulkan para peternak sapi, dan mengecek kondisi sapi, jika diantara sapi ada yang terjangkit virus PMK maka dilakukan pengobatan. Namun untuk vaksin sapi pada tahun ini tidak ada.

“Untuk vaksin wabah PMK tidak ada mas, karena memang tidak ada anggaran. Kami juga nunggu informasi dari kementerian,” imbuhnya.

Ditanya berapa sapi yang dilaporkan terjangkit wabah PMK, Suyono menyebutkan ada sakitar 785 ekor sapi, namun dari jumlah tersebut ada sekitar 304 ekor sapi dinyatakan sembuh.

“Berdasarkan data laporan ke kami, sapi sakit ada 785 ekor, yang sembuh 304 ekor. Kami tetap akan berupaya mencegah sebaran virus ini,” pungkasnya.