SAMPANG || BERITAMADURA – Masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur kesulitan mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 Kg. Pemerintah setempat belum bisa pastikan penyebab kelangkaan tersebut.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Sampang, Abdi Bari mengatakan jika dirinya tidak bisa memastikan faktor kelangkaan LPG 3 Kg tersebut. Pasalnya, pemerintah daerah tidak mengetahui peran penting pada Stabilitas Stok LPG 3 Kg.

“Ada dimana dan apa saja tupoksinya daerah dengan Pemprov kami belum tahu. Jadi, kami tidak bisa berspekulasi untuk itu, karena kami tidak punya data, kami belum menanyakan itu dikarenakan oleh faktor apa saja,” katanya, Jumat (25/04/2025) kemarin.

Menurut Bari semestinya pemkab Sampang berperan penting dalam menjaga stok LPG 3 Kg agar tidak terjadi kelangkaan. Hal itu dilakukan melalui pembinaan, pengawasan, pengendalian harga, distribusi tepat sasaran, koordinasi dengan stakeholder, pengawasan pangkalan, dan operasi pasar.

“‘Apalagi beredar bahwa ada LPG dijual diatas HET, ini kami harus hadir untuk memastikan informasi tersebut,” katanya.

Kendati bulan Mei Pemkab Sampang akan gelar pertemuan dengan Migas, PT Pertamina Patra Niaga dan juga pihak terkait untuk meminta keterangan secara detail terkait kelangkaan stok LPG dan tugas fungsi dari pemerintah daerah.

“Mei kita akan ada pertemuan, untuk meminta penjelasan secara detail terkait tata niaga migas, kemudian nanti dari situ kita tahu peran pemkab itu dimana,” pungkasnya.