SAMPANG || BERITAMADURA – Pemerintah Kabupaten Sampang meresmikan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan bencana yang inklusif.
Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, mengatakan bahwa dibentuknya ULD-PB bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berpihak kepada penyandang disabilitas.
“Ini adalah langkah inovatif dan transformatif bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan kerja kolektif, termasuk peran serta saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan perlindungan, akses layanan, hingga keterlibatan dalam pengambilan keputusan kebencanaan.
Di Kabupaten Sampang masih memiliki potensi ancaman bencana, sehingga berbagai elemen harus memperkuat kemampuan mitigasi dan respons agar dampak bencana dapat diminimalkan.
“Sampang belum sepenuhnya bebas dari ancaman banjir dan bencana lain. Karena itu, penguatan kapasitas dan koordinasi adalah keharusan,” jelas Wabup Sampang.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Ahmed Basori, menyampaikan bahwa pengukuhan ULD-PB merupakan tonggak penting dalam memastikan layanan kebencanaan di Sampang semakin ramah disabilitas.
“BPBD Sampang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Dengan adanya ULD-PB, kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan akses, perlindungan, dan pendampingan yang setara dalam setiap fase penanggulangan bencana,” janjinya.
“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung, terutama ULD-PB Jatim dan Program Siap Siaga. Sinergi ini harus menjadi budaya kerja ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan