SAMPANG || BERITAMADURA – Rencana pembangunan rekontruksi jembatan penghubung Desa Daleman-Pesarenan, Kecamatan Kedungdung, hingga kini belum ada tanda-tanda dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Berdasarkan laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dilihat Beritamadura.com, Kamis, (8/5/2025), lelang pembangunan jembatan tersebut belum diumumkan.

Padahal kondisi jembatan saat ini sangat dikhawatirkan oleh masyarakat yang melintas. Sebab, keselamatan warga terancam dengan lubang-lubang serap kayu diatas kanal besi.

“Setiap hari saya melintasi jembatan ini. Sangat membahayakan sekali kondisi dengan kondisi seperti ini,” ujar Muhammad kepada media ini.

Atas kondisi itu, masyarakat berharap bisa segera diperbaiki secara permanen atau diberi bantuan kayu sembari menunggu rekontruksi jembatan ini tiba. Sebab, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggelontorkan anggaran senilai Rp. 2.186.500.000.

“Rekonstruksi jembatan ini tetap berjalan di tengah efesiensi anggaran, hanya saja belum di umumkan saja lelangnya. Tetapi meski akan di bangun pemerintah jangan lepas tanggung jawab, kondisi saat ini perlu hadir lalu memberi solusi,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Candra Amin memastikan pengerjaan proyek rekonstruksi jembatan akan segera dikerjakan.

“Kalau dikerjakan tetap dikerjakan, tahapan-tahapan sudah selesai tinggal menunggu pengumuman lelang saja,” singkatnya.

Sementara Pengelola Barang dan Jasa Setkab Sampang, Siti Fahriyah menjelaskan untuk paket jembatan itu sudah masuk ke pokja beberapa hari lalu dan sudah di review akan tetapi ada beberapa yang harus dilengkapi.

“Pokja masih harus mengecek kembali apakah benar BPBD sudah melengkapi atau masih belum, karena kami cek memang ada sebagian yang sudah di perbaiki tanggal 3 mei kemarin. Jadi Pokja masih belum bisa melayangkan paket tersebut hari ini atau dalam waktu dekat,” pungkasnya.