Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/beritamadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56

Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/beritamadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56

SAMPANG, Beritamadura.com – Husky-CNOOC Madura Limited, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berproduksi di perairan Madura, Jawa Timur lakukan penanaman 10 ribu pohon di Kabupaten Sampang.

Penanaman ribuan pohon masa tanam rawat 2024-2025 dilaksanakan di lahan kosong Kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) yang bertempat di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang.

Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari mengatakan, penanaman pohon ini adalah inisiatif HCML sebagai bentuk kepedulian terhadap pengurangan emisi karbon dengan melibatkan organisasi non pemerintah maupun perguruan tinggi lokal.

“Kita mulai penanaman pohon sejak 2020, dengan lokasi pertama di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Tahun berikutnya, di Pulau Mandangin dan Desa Semare,” tuturnya.

Selanjutnya, Oktober 2023 penanaman mangrove dilakukan di Pantai Kundang Wetan, Kabupaten Sumenep dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tidak hanya mangrove, HCML juga menanam 3.000 pohon lain dengan rincian 1.500 pohon cemara, dan 1.500 pohon Nangka.

“Penanaman pohon dilakukan HCML bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemkab Sumenep dalam Festival Pesisir 2 di Desa Bancamara, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, medio Desember 2023,” imbuhnya.

Dijelaskan, penanaman pohon merupakan bentuk tanggung jawab untuk merawat lingkungan, apalagi diketahui kini emisi karbon menjadi isu global dan muncul isu salah satunya karena dampak dari produksi industri minyak.

Dengan demikian, sudah sewajarnya jika kami melanjutkan program biodiversitas, termasuk penanaman pohon bakau dan program transplantasi terumbu karang, serta untuk menguatkan partisipasi masyarakat agar peduli lingkungan.

“Program ini dicanangkan sebagai bentuk kerja sama SKK Migas Jawa Bali Nusa Tenggara dan KKKS untuk mengupayakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dengan menjalankan usaha-usaha pada transisi energi menjadi energi rendah emisi, zero flaring, dan udara bersih,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan mendukung pengurangan emisi karbon dengan cara penanaman pohon oleh HCML yang melibatkan organisasi kemasyarakatan setempat.

Pasalnya, penanaman pohon dinilai sebagai wujud komitmen perusahaan migas dalam menjaga lingkungan di wilayah kerjanya, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kalau soal penanam siapapun bisa, tetapi merawat dalam jangka waktu 1 tahun hingga pohon tumbuh besar ini menjadi tantangan, sehingga harapan kami mewakili pemerintah setempat, tanam rawat ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bentuk peduli lingkungan,” pungkasnya.