SAMPANG || BERITA MADURA – Intensitas hujan di Kecamatan Karang Penang, dan Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang kondisinya tinggi. Hal itu akan menyebabkan wilayah kota Sampang terjadi genangan air.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, pada tanggal 6 Maret 2025 pukul 21.53 Tim BPBD melakukan pemantauan ketinggian air sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi di Kecamatan Robatal dan Karang Penang pada Kamis 6 Maret 2025 siang kemarin.

Hasil pantauan Tim air sungai meluap ke jalan dan kerumah warga, hal itu diprediksi akan terjadi di wilayah perkotaan Sampang. Sungai terpantau yaitu, Sungai Muktesareh, Jembatan Tenjuy, Sungai Banyumas dan Kamuning.

Dan ketinggian air sungai Muktesareh terpantau siaga 2, kondisi air sungai di Jembatan Tenjuy siaga 2, kondisi ketinggian air sungai Banyumas diatas tanda merah, dan ketinggian air sungai Kamuning siaga 3.

Kemudian, ketinggian air sungai Muktesareh melalui alat EWS terpantau 6.60 M, dan alat AWLR milik PU SDA Prov di Pangilen 6,75 m dan jembatan bahagia 2,35 m. iprediksi akan terjadi genangan air di perkotaan, saat ini kondisi wilayah kabupaten Sampang terpantau siaga 3.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin meminta kepada masyarakat di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, mengamankan barang-barang berharga, serta bersiap untuk evakuasi jika diperlukan.

“Jika terjadi kondisi darurat, warga dapat menghubungi BPBD Sampang melalui nomor 08170322440,” katanya, Jumat (7/3/2025).

Tim BPBD terus melakukan pemantauan untuk wilayah kota yang sudah ada genangan air, dan koordinasi dalam rangka jaga-jaga adanya banjir yang lebih luar. Warga diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari dampak yang lebih besar.