SAMPANG || BERITAMADURA – Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang berencana melakukan pembenahan terhadap pasar-pasar tradisional di wilayahnya. Hal itu bertujuan untuk membawa seluruh pasar rakyat naik kelas menjadi pasar berstandar modern.

Kepala Diskopindag Sampang, Chairijah menjelaskan bahwa pembenahan tersebut tidak hanya menyentuh infrastruktur fisik, tetapi juga pola transaksi dan kenyamanan pengunjung. Langkah ini dinilai penting guna merespons tuntutan zaman dan mengubah wajah pasar tradisional yang selama ini terkesan kumuh.

“Pasar tradisional tidak boleh lagi tertinggal. Kita ingin mengubah stigma. Pelan-pelan akan kami tingkatkan standar pasarnya, mulai dari pembayaran digital, fasilitas, sampai kebersihan,” tuturnya, Kamis (17/7/2025).

Dikatakan, salah satu indikator modernisasi yang ditekankan adalah penggunaan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan transaksi yang praktis dan efisien.

“Pembayaran melalui QRIS itu sekarang sudah jadi kebutuhan. Di Pasar Rong Tengah, misalnya, hampir semua pedagang sudah terbiasa menggunakannya. Ini jadi contoh positif yang ingin kami tiru di pasar lain,” jelasnya.

Pasar Rong Tengah pun kini dijadikan proyek percontohan dalam program tersebut. Selain transaksi digital juga telah menyediakan fasilitas penunjang seperti troli belanja, hal seperti ini akan menjadikan cara untuk mendekati standar pasar nasional.

“Kalau belanja di Pasar Rong Tengah sekarang sudah beda. Lebih bersih, lebih nyaman,” ujar Choiri menambahkan dengan nada bangga.

Chairijah menargetkan seluruh pasar di bawah kewenangan Pemkab Sampang bisa mengikuti jejak Pasar Rong Tengah.

“Kami ingin menghadirkan pasar yang humanis, tertib, dan layak dikunjungi semua kalangan. Semoga ini menjadi warisan perubahan yang bisa terus dirasakan masyarakat,” tutupnya.