SAMPANG || BERITAMADURA – Inspektorat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mewarning hasil audit Desa Baruh, Kecamatan Sampang. Pasalnya, pada realisasi dana desa (DD) anggaran tahun 2023 di desa tersebut banyak temuan.

Informasi dihimpun media ini, kerugian negara di Desa Baruh Kecamatan Sampang diperkirakan mencapai ratusan juta. Dana itu ditemukan dari adanya kegiatan fiktif yang bersumber dari dana desa.

Saat dikonfirmasi, Kepala Inspektorat Sampang, Ariwibowo membenarkan informasi tersebut. Tetapi pihaknya tidak bisa menyampaikan secara detail terkait akar temuan dan nominal kerugian negaranya.

“Kerugian negara di Desa Baruh memang ada, itu anggaran dana desa (DD) tahun 2023,” tuturnya, Kamis (30/1/2025).

Menurutnya, temuan kerugian negara di Desa Baruh nilainya cukup signifikan, bahkan dari sejumlah desa yang dilakukan audit pada tahun 2024 anggaran tahun 2023 Desa Baruh paling besar. Dengan itu Inspektorat meminta agar pihak desa melakukan pengembalian anggaran.

“Kami sudah meminta ke desa agar melakukan pengembalian dana, dan dana itu masuk ke Kas Desa, untuk nominal mohon maaf kami tidak bisa menyampaikan,” imbuhnya.

Saat ini pihak desa sudah melakukan pengembalian, tetapi belum selesai seratus persen. Berdasarkan data di Inspektorat Sampang, pengembalian dana dari Desa Baruh tersebut masih 78 persen.

Meski demikian, Inspektorat Sampang belum bisa melakukan tindakan lebih lanjut ke Aparat Penegak Hukum (APH), sebab penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) baru dilakukan pada 9 Januari 2025 kemarin.

“Kami memberi waktu 60 hari dari diterima LHP, kalau lebih dari 60 hari tidak ada pengembalian maka akan ditindaklanjuti ke APH,” pungkasnya.