SAMPANG, Beritamadura.com – Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) gelontorkan dana untuk program Padat Karya di Sampang Madura Jawa Timur. Kegiatan tersebut disorot, pasalnya kualitas proyek diragukan.

Ketua LSM Fakta Jatim, Mohammad Hakim mengatakan, proyek padat karya Kemnaker itu tidak ada perencanaan yang matang, bahkan hasil koordinasi Disnaker Sampang dalam realisasi program tersebut tidak dilibatkan.

“Kami meragukan kualitas padat karya Kemnaker ini, apalagi tidak melibatkan dinas terkait di Sampang,” tuturnya.

Menurut Zainal, dalam realisasi program tersebut tidak ada tanda-tanda atau papan nama kegiatan, sehingga berapa nominal dan volume kegiatan tidak diketahui. Hal itu rawan jadi bancakan korupsi oleh oknum.

“Ini program ada pendampingnya, cuma dari pendamping ngaku tidak tahu detail kegiatan. Ini kan aneh,” imbuhnya.

Sementara Ludfi, Pendamping Padat Karya saat dikonfirmasi membenarkan bahwa di Sampang mendapatkan program padat karya dari Kemnaker, dan beberapa hari kemarin sudah kelakukan pendampingan terhadap realisasi program.

“Iya saya pendampingnya, dan kemarin ini sudah turun ke lokasi kegiatan,” ngakunya.

Ditanya soal anggaran dan kualitas proyek?, Ludfi mengaku tidak tahu secara detail, sebab dari awal tahapan kegiatan dirinya tidak dilibatkan, bahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan tidak punya.

Untuk pendampingan hanya monitoring dari 0% sampai 100%, kemudian memberi saran dan masukan atas pengerjaan proyek itu, karena yang tahu RAB proyek kelompok masyarakat (Pokmas) Padat Karya dan Kementerian.

“Saya menerima SK Pendamping Pekan kemarin, jadi tidak tahu detail kegiatan, apalagi soal anggaran dan RAB proyek,” pungkasnya.