Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/beritamadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56

Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/beritamadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56

Tujuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah terpampang jelas dalam konstitusi HMI Pasal 5 yaitu ” Terbina nya insan akademisi pencipta pengabdi yang bernafaskan islam yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridoi Allah Swt”, tanggung untuk mewujudkan itu berlaku bagi setiap kader HMI, dan sudah seharusnya setiap kader HMI mempunyai persiapan yang matang baik dari aspek keilmuan keimanan dan kebangsaan.

Tetapi hari ini dapat kita jumpai ada problem yang sangat mendasar dalam proses perkaderan HMI yakni rendah nya minat baca dan sikap apatis kader HMI, mereka banyak hidup dalam cerita masalalu atas superioritas para senior-senior HMI yang sudah berada di jajaran pemerintahan, baik di Eksekutif maupun Legislatif.

Ini membuat kader HMI sekarang kualitasnya menurun derastis,dulu Kader HMI yang dijuluki macan forum, sekarang berubah menjadi macan ompong yang tumpul apatis dan memperihatinkan, ini adalah masalah yang serius untuk disikapi dengan serius bagi seluruh kader HMI khususnya pengurus tatanan HMI baik dari PB,BADKO,Cabang dan Komisariat.

Sebagai rekomendasi ada 5 resolusi yang harus di jalankan bagi seluruh pengurus HMI:

1. Tingkatkan kesadaran kader akan pentingnya membaca melalui program membaca bersama kemudian setiap hasil bacaannya di presentasikan guna mengatahui sejauh mana pemahaman kader atas buku yang mereka baca.

2. Hidupkan ruang-ruang diskusi baik dalam tubuh perkopian, komisariat, Cabang Badko hingga PB HMI.

3. Menciptakan lingkungan yang mendukung minat baca yang harus dilakukan oleh setiap pengurus HMI dengan memberikan contoh dalam membaca dan berdiskusi terhadap keilmuan dan problem sosial masyarakat.

4. Cabang bertanggung jawab atas setiap problem perkaderan dalam tubuh HMI dengan memberikan pendampingan yang bermutu kepada komisariat, sedangkan Badko harus mampu mengkordinasikan setiap problem perkaderan kepda PB untuk menemukan solusi atas permasalahan di setiap komisariat.

5. Adanya perpus di setiap komisariat untuk menunjang setiap kebutuhan kader, hal ini dapat diwujudkan dengan cara sumbangsih setiap kader dan pengurus HMI sampai ke tatanan PB HMI yang dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh pada ketua dan pengurus komisariat di setiap daerah.

Bila hal itu dilaksanakan dengan serius dan sungguh-sungguh bukan tidak mungkin HMI menjadi ladang manusia Indonesia emas tahun 2045.

Penulis: Muhammad Kholilur Rahman, Kader HMI Cabang Pamekasan, Komisariat Bersama Unira.