KONFERWIL PWNU JATIM Ke XVIII di pesantren Tebuireng, hari Jum’at 2 Agustus 2024 sampai Ahad 04 Agustus 2024 menjadi momen bersejarah akan kembalinya NU ke Tebuireng. Bagi penulis secara pribadi, karena bisa bersama sama para Sahabat-Sahabat, Senior Ikapete antara Lain Prof Ridwan Nasir, Prof Masykuri bakri, KH. Roziqi Mudir Ma’had Ali ,KH.Fawaif Abdullah (Abah lora channel).

Gus Yusuf Hidayat (Ketum Hisnu) mendampingi pengasuh pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfud yg pada saat itu menjelang pemilihan ketua tanfidiyah PWNU.

Disela-sela menjelang pemilihan, ada banyak ilmu pengetahuan yang disampaikan para alumni senior dalam hal ini Prof Ridwan Nasir dan dan prof Masykuri bakri. Bahkan, tak terasa yang awalnya ada kegelisahan tanpa terasa majelis tersebut menjadi adem, sejuk.

Sesekali kiai kikin panggilan akrab KH.Abdul hakim Mahfud sembari menceritakan karomah hadratus syekh KH.Hasyim As’ari, suatu kebanggaan tersendiri bagi penulis bersama para sahabat senior yang bertempat di Kantor Mudir Ma’had Ali Tebuireng.

Sebagai santri junior, tentunya hanya bisa mendoakan dan mendapatkan barokah pengasuh Tebuireng . Di Tempat terpisah tepatnya di acara Konferwil, mengutip dari sambutan tuan Rumah pada waktu acara pembukaan Konferwil NU tersebut dalam hal ini KH. Irfan Yusuf Hasyim, mengatakan bahwa NU dan pesantren Tebuireng sama-sama anak yang dilahirkan dari Hadratus Syekh, dan beliau mengatakan NU dan Tebuireng seperti dua mata uang yg mempunyai nilai.

Keduanya tidak bisa di pisahkan, dan mengutip apa yang dikatakan Gus Billi Solahudin Wahid, bahwa Gus kikin terpilih sebagai Ketua PWNU Jatim. Sebagai kado terindah kepada pesantren Tebuireng bersamaan dengan harlah pesantren ke 125 ,Tebuireng yang tentu akan menjadi sejarah besar.

Senada juga di sampaikan oleh Gus Yusuf Hidayat santri senior Tebuireng. Kepemimpinan NU Jawa Timur KH. Abdul hakim Mahfud bentuk kebangkitan NU jilid II pasca KH Abdurrahman.

Konferwil NU mempunyai tema merajut ukhuwah dan mengokohkan jam’iyah dalam pendampingan umat sudah saatnya NU kembali ke tebuireng pasca kepemimpinan KH. Abdurrahman Wahid sebagai kebangkitan NU jilid 2 yang memasuki abad ke II ini.

Penulis : Idris Amir, Staf pengajar pesantren BUQATUL Mubarokah pakalongan Sampang dan Santri Tebuireng