SAMPANG || BERITAMADURA – Anggaran makan minum (Mamin) terdakwa yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sampang, Madura habis.

Juru Bicara PN Sampang, Eliyas mengatakan, PN Sampang tidak akan menyediakan makan dan minum (Mamin) bagi terdakwa yang akan menjalankan sidang hingga pergantian tahun. Hal itu lantaran anggaran Mamin telah habis.

“Anggaran mamin PN Sampang habis. Jadi sebagai siasat agar terdakwa tidak kelaparan pihak Rutan memberangkatkan terdakwa setelah makan,” tuturnya.

Dijelaskan, sebenarnya anggaran Mamin bagi terdakwa yang akan menjalankan sidang di PN Sampang sudah dijatah hingga akhir tahun 2024, namun saat ini anggaran sudah habis.

Diakui jumlah terdakwa tidak bisa diprediksi, bahkan tahun ini lebih membludak dari tahun sebelumnya, sehingga jatah atau anggaran Mamin habis sebelum waktunya.

“Jumlah terdakwa banyak, jika tahun kemarin jumlahnya 150 orang, sekarang sudah 208 orang karena satu kasus terkadang lebih dari satu orang. Ini jadi salah satu faktor habisnya anggaran Mamin,” imbuhnya.

Kendati soal besaran anggaran Mamin, Eliyas tidak dapat menyampaikan secara detail karena jumlah anggaran bagian dari sekretaris. Tetapi terkait jumlah mamin kata Eliyas tidak dibatasi, setiap terdakwa saat berada di PN berhak mendapatkan jatah makan.

“Jadwal makan diberikan saat mereka (terdakwa) datang, pasti kami siapkan tapi hanya sekali jatahnya,” pungkasnya.