Pengurus Cabang Kabid KPP Soroti Konfercab HMI Cabang Sampang yang Tidak Prosedural: “Ini Ancaman Serius bagi Kaderisasi dan Legitimasi Organisasi”
Kepala Bidang (Kabid) Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi (KPP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sampang, Syaiful mengatakan keprihatinan mendalam atas pelaksanaan Konferensi Cabang Konfercab (ke-1) HMI yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART organisasi.
Dikatakan, ketidaktertiban forum bukan sekadar pelanggaran administratif ataupun etika Organisasi, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap prinsip kaderisasi yang menjadi fondasi HMI.
“Konfercab adalah tonggak regenerasi kepemimpinan. Ketika dijalankan tanpa mengindahkan prosedur dan etika organisasi, maka bukan hanya legitimasi ketua terpilih yang diragukan, tetapi juga rusaklah proses kaderisasi di tubuh HMI sesuai isi AD pasal 4 (Terbinannya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarkat adil makmur yang diridhoi allah suhanahu Wa Ta’ala)”.
Pelanggaran yang terjadi:
Hasil penelusuran internal dan laporan dari beberapa komisariat, ada banyak antara lain:
* Forum konfercab dipending tampa persetujuan peserta penuh.
* Forum dimulai tampa informasi kepeserta penuh.
* Putusan surat penangguhan terhadap ketum komisariat oleh ketum cabang yang sepihak tampa melalui putusan bersama pengurus cabang.
* Terjadinya aksi saling klim terpilihnya Formateur Cabang.
Atas berbagai kejanggalan tersebut, Kabid KPP mendesak agar Badko HMI jatim serta Pengurus Besar HMI segera melakukan investigasi dan intervensi terhadap hasil Konfercab tersebut. Ia juga mendorong dilakukannya Konfercab ulang yang melalui mekanisme sebagaimana mestinya.
“Organisasi ini dibangun oleh integritas. Tidak ada artinya kita bicara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan kalau dalam urusan internal saja kita melanggarnya,” pungkasnya.
Sebagai Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi, Syaiful menilai bahwa kejadian seperti ini merusak citra profesional HMI sebagai organisasi pembentuk pemimpin masa depan.
“Kita berbicara tentang pengembangan profesi, tapi bagaimana mungkin kita mendidik profesional jika cara kita memilih pemimpin saja tidak sehat? Ini harus menjadi bahan introspeksi bersama. HMI harus kembali ke marwahnya yang akademis , independen dan perkaderan adalah prinsip yang tidak bisa dikompromikan. Bila proses cacat, maka produk organisasi juga cacat secara moral,” tegasnya.
Penulis: Sayful
Organisasi : HMI Cabang Sampang, Kepala Bidang (Kabid) Kewirausahaan dan pengembangan profesi (KPP)

Tinggalkan Balasan