SAMPANG || BERITAMADURA – Proyek Plengsengan yang berada di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur diduga tidak sesuai bestek, Sabtu (30/11/2024).
Pasalnya, kegiatan proyek tersebut baru selesai dikerjakan, tetapi kondisi bangunan dua kali ambruk. Pantauan media ini proyek tersebut sudah diperbaiki.
Namun sebelum diperbaiki, hasil investigasi ke lapangan proyek tersebut tidak sesuai bestek, bahkan minim lulu untuk batu yang diletakan, dan juga batu dipasang dengan kondisi berdiri/tegak. Hal tersebut akan berdampak pada kekuatan bangunan dan mengurangi penggunaan batu.
Selain itu bangunan tersebut sumber dana dan volumenya tidak jelas, sebab di area lokasi proyek tidak ada papan nama atau prasasti proyek.
Saat dikonfirmasi, Suradi pelaksana proyek mengakui bahwa proyek tersebut sudah dua kali ambruk, tetapi saat ini sudah diperbaiki. Kemudian untuk kualitas bangunan Suradi mengaku sesuai.
Ditanya berapa volume dan besaran dana proyek,? Suradi mengaku tidak tahu, hal itu terkesan ingin menutup-nutupi, sebab sebelumnya Suradi mengaku bahwa proyek tersebut dari pokok pikiran (Pokir) salah satu anggota Dewan.
“Proyek itu bukan milik saya mas, saya hanya menyediakan bahan dan menjaga pengerjaan dilapangan,” katanya.
Ditanya ambruknya pembangunan karena dampak kualitas,? Suradi dengan tegas mengaku, untuk kualitas bagus, hanya saja ambruk itu disebabkan karena aliran air terlalu keras.
“Itu karena aliran air menyatu kesana mas, jadi gak kuat nahan,” klaimnya.

Tinggalkan Balasan